#kupastuntas15


Kematian Husain di Tragedi Karbala

Bagian 1


#kupastuntas15


Setelah Yazid dibai'at  sebagai putera mahkota, dan telah kita ketahui bahwa kekuasaan Muawiyah di Syam telah selesai, digantikan oleh putera mahkotanya. Perlu kami hubungkan kekuasaan Yazid dengan riset yang telah dipelajari sebelumnya. Masa Yazid adalah masa fitrah besar dalam Islam, fitnah tersebut terkenal dengan sebutan fitnah kedua setelah fitnah pertama terjadi pada masa Utsman, kenyataannya pada masa pemerintahan Yazid sudah terjadi tiga peristiwa yang mengerikan yaitu terbunuhnya Husain, perang Harrah dan penyerangan Ka'bah, semua ini sudah cukup untuk mengecam pemerintahan Yazid, akan tetapi sebelum menuduh Yazid perlu kami sajikan peristiwa-peristiwa tersebut.


Pertama yang akan kami sampaikan adalah terbunuhnya Husain, sumber-sumber yang menyebutkan kematiannya sangat banyak sekali, kami menemukannya dalam setiap kitab sejarah kuno yang ada pada kami, dan sumber-sumber itu saling sinkron satu dengan lainnya tidak ada perbedaan di dalamnya kecuali dalam perincian saja, sedangkan jalannya peristiwa sumber-sumber tersebut berjalan seirama. Salah satu sumber yang penting mengenai kematian Husain adalah riwayat Abu Mikhnaf, kita telah mengetahui bahwa Abu Mikhnaf adalah orang Syiah akan tetapi ia adalah sejarawan yang dapat dipegang pendapat-pendapatnya, peristiwa-peristiwa yang disampaikannya adalah dapat diterima secara umum kecuali beberapa perincian yang tidak penting dan bertentangan dengan pendapatnya sendiri. Bagi pembaca berikut kisah kematiannya yang dirangkum oleh At:Thabari dan Adz-Dzahabi dalam kitabnya sejarah Islam, dan kami sajikan pula teks-teks yang menjelaskan kejadian tersebut, kami mengambil teks dari surat-surat yang dikirimkan oleh pelaku sejarah. Dan bagi sejarawan sudah seharusnya memperhatikan surat-surat tersebut secara serius.


Ketika Yazid menjabat sebagai khalifah ia menulis kepada gubernurnya di Madinah --Al-Walid bin Utbah-- yang isinya memberitahukan bahwa ayahnya sudah meninggal sekarang ia menjabat sebagai Khalifah, dan ia menyelipkan secarik kertas sebesar telinga tikus yang berbunyi, "Kemudian mintalah Husain, Ibnu Zubair, dan Abdullah bin Umar baiatnya kepadaku dengan keras dan tidak ada kelunakan di dalamnya hingga mereka membaiat, wassalam."


Surat kecil yang diselipkan Yazid merupakan tanda-tanda tabiatnya yang semena-mena, mengapa ia tidak menulis surat secara besar sehingga nampak keseriusannya, setelah menerima surat tersebut, ia langsung memanggil tiga orang tersebut dan meminta baiatnya. Husain meminta waktu unfuk berfikir dahulu, demi menjauhkan diri daripada fitnah Walid memberikan tangguh kepada ketiganya walaupun Marwan bin Hakam menasehatinya untuk tidak memberikan tangguh, lalu Husain mempersiapkan dirinya untuk keluar dari Madinah menuju Makkah guna menghindari baiat terhadap Yazid.


Kita berhenti sebentar di sini guna menjelaskan sikap Husain terhadap Bani Umayyah. Beberapa ahli sejarah menyebutkan bahwa Husain masih mempunyai rasa sakit hati kepada Muawiyah, dan Muawiyah sangat khawatir kalau Husain keluar dari baiatnya, akan tetapi Husain tidak memberontak, ia melakukan itu mungkin karena ia memegang teguh baiatnya kepada Muawiyah. Sedangkan sekarang Muawiyah telah tiada dan ia belum membaiat Yazid untuk itu ia merasa bebas untuk melakukan sesuatu yang ia kehendaki, kita lihat bagaimana pendapatnya tentang orang-orang Umawiyyin?


Kami melihat hal itu dari pidatonya di depan tentara lrak yang mendatanginya ketika ia memimpin pasukan Irak satu, ia mengatakan, "Wahai manusia, sesungguhnya Rasul kamu Shallallahu Alaihi wa Sallam telah bersabda, "Barangsiapa melihat sultan yang lalim, menghalalkan apa yang diharamkan Allah, tidak menepati janji kepada Allah, menyelisihi sunnah Rasul-Nya, berbuat dosa dan permusuhan terhadap hamba Allah, dan ia tidak merubahnya dengan perbuatan maupun perkataan maka iatelah berhak dimasukkan dalam golongan mereka." Ketahuilah bahwa mereka adalah orang-orang yang taat kepada setan, dan meninggalkan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, membuat kerusakan, tidak menegakkan hukum-hukum Allah, mengambil harta fai' (harta rampasan musuh tanpa peperangan), menghalalkan apa yang diharamkan Allah, dan mengharamkan apa yang dihalalkannya, dan akulah orang yang paling berhak mengubahnya." Ia melihat bahwa Bani Umayyah tidak konsisten dengan hukum-hukum Allah Subhanahu wa Ta'ala malah menerjangnya, maka ia berhak keluar dari kekuasaan mereka, dan sekarang ia tidak mempunyai baiat dengan mereka maka halal baginya untuk keluar dari mereka, ia merasa paling berhak mengubah mereka.


Akan tetapi idenya ini bukan sebagai sebab langsung keluarnya Husain dari baiat, penyebab langsung keluarnya Husain adalah desakan dari penduduk Kufah, mereka setelah mendengar bahwa ia keluar dari Madinah menuju Makkah maka mereka langsung mengirim surat kepadanya dan memberitahukan bahwa mereka juga tidak taat kepada khalifah yang baru, dan tidak taat pula dengan gubernur mereka, mereka sangat membutuhkannya untuk dibaiat dan mereka siap mendukung di belakangnya, surat-surat tersebut berdatangan hingga banyak sekali dan menumpuk sebesar kandang unta.


Husain ingin mengetahui keadaan yang sebenarnya, ia mengutus anak pamannya Muslim bin Aqil bin Abi Thalib ke Kufah untuk mengetahui hakikat yang mereka tulis, apakah mereka betul-betul serius, kalau mereka serius maka Husain akan berangkat ke sana. Setelah Muslim sampai di Kufah, ia dikelilingi oleh masyarakat yang jumlahnya 12 ribu orang membaiat Husain, lalu ia menulis surat kepada Husain bahwa mereka serius dalam surat-suratnya, sehingga Husain mempunyai keinginan untuk pergi ke sana.


Di sini kami melihat sahabat-sahabatnya dan kerabat-kerabatnya menasehatinya untuk tidak pergi, di antara mereka adalah Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Ja'far bin Abi Thalib, Abu Said Al-Khudri dan Umrah binti Abdurrahman, malah kami menemukan bahwa Abu Said Al-Khudri dan Umrah binti Abdurrahman mengingatkannya untuk tidak keluar dari ketaatan dan jamaah. Abu Said Al-Khudri berkata, "Husain telah memaksa keluar aku sudah katakan kepadanya, "Takutlah kepada Allah dan tetaplah di rumahmu, dan jangan keluar dari pemimpinmu." Umrah juga menulis surat kepada Husain untuk mengurungkan niatnya dan menyuruhnya selalu menjaga jamaah." Dalam nasehat-nasehat ini nampak dengan jelas sikap Abu said Al-Khudri dan Umrah, mereka memandang keluarnya Husain berarti keluar dari ketaatan dan jamaah, akan tetapi Husain sudah bertekad bulat dengan keimanan yang mantap tidak dapat dihalangi lagi.


Beberapa sejarawan telah meriwayatkan kepada kami apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas tentang penduduk Irak dan perbuatan mereka kepadanya. Akan tetapi semua itu tidak mempan, ia bersama keluarganya dengan anak-anak saudaranya, dan anak-anak pamannya yang mau mengikutinya pergi ke Kufah, lalu Abdullah bin Ja'far menemui gubernur Makkah Amru bin Said bin Ash untuk mendapatkan surat keamanan atas Husain. Hal itu karena ia berfikir bahwa Husain meninggalkan Makkah karena takut akan dirinya di Makkah, hingga kalau ada surat dari gubemur maka ia akan merasa aman. Amr bin Said bin Ash setuju dengan hal ini dan mengatakan kepadanya, "Tulislah surat apa saja yang engkau kehendaki maka aku akan menandatangani surat tersebut, kemudian ia menulis surat yang isinya, 'Aku mendengar engkau sedang menuju Irak, dan aku peringatkan engkau dari perpecahan, aku takut engkau akan binasa, aku telah mengutus Abdullah bin Ja'far dan Yahya bin Said maka datanglah kepadaku bersama mereka berdua, engkau akan mendapatkan keamanan disisiku, saya wajib menjagamu dan melindungimu." Akan tetapi kata-kata ini tidak diindahkan oleh Husain, malah ia membalas surat tersebut, "sebaik-baik keamanan adalah keamanan Allah, dan Allah tidak akan memberi keamanan di Hari Kiamat kepada orang-orang yang tidak takut kepadanya di dunia," dalam surat ini Husain melihat bahwa sudah menjadi kewajibannya kepada Tuhan untuk menjaga keamanannya sendiri di Hari Kiamat, seperti perginya untuk memerangi orang-orang pembuat kerusakan.


Di Kufah ada Nu'man bin Basyir, ia sangat mencintai Ali sehingga dengan dorongan darinya penduduk Kufah mengirim surat kepada Husain, Yazid mengetahui perihal Nu'man bin Basyir ini, lalu ia bermusyawarah dengan sekretarisnya Sarjun, lalu ia memberikan nasehat untuk melakukan wasiat ayahnya. Ia ingat wasiat ayahnya untuk menggabungkan wilayah Kufah dan Bashrah kepada Abdullah bin Ziyad, Yazid akhirnya melaksanakan wasiat ayahnya, dan menyerahkan urusan Husain kepada Ibnu Ziyad, Ibnu Ziyad tidaksama dengan ayahnya dalam menyelesaikan persengketaan dan persoalan, baik dalam pengaturan dan perancangan maupun usaha ayahnya untuk menghindari pertumpahan darah. Akan tetapi ia merupakan orang yang licik dan pandai mengadu domba, begitu juga dalam halpenyiksaan dan perbuatan semena-mena, ia lalu berangkat ke Kufah dengan memakai cadar, masyarakat menganggap ia adalah Husain bin Ali, dan mereka pun mengucapkan salam kepadanya, "Keselamatan bagi anak dari putri Rasulullah'" Masyarakat yang mengetahuinya segera membuat kekacauan, lalu ia memasuki kantor dan mengumpulkan para penjaganya kemudian menemui para pembesar Kufah, mereka ditangkap dan dibunuh. Pada waktu itu Muslim berlindung bersama penduduk Kufah, ia bersama jamaahnya kemudian diam-diam menuju kantor Ubaidillah akan tetapi tibatiba jamaahnya banyak yang mengundurkan diri kecuali sedikit saja karena takut akan Ibnu Ziyad hingga akhirnya muslim dapat ditangkap oleh Ibnu Ziyad dan membunuhnya. Kepala Muslim dikirim kepada Yazid dan Yazid setuju dengan tindakannya, akan tetapi ia menulis surat kepada Ibnu Ziyad isinya, "Aku mendapat laporan bahwa Husain bin Ali telah pergi menuju Irak, maka pasanglah mata-mata dan pasukan penjaga jalan raya, hati-hatilah terhadap segala kecurigaan, akan tetapi janganlah engkau membunuh kecuali orang yang membunuhmu saja." Surat ini sangat jelas berisi perintah agar Ibnu Ziyad tidak membunuh Husain dan sahabat-sahabatnya kecuali mereka memeranginya.


[Bersambung In Syaallah]


_____________________


Dinasti Umawiyah, Dr. Yusuf Al-'Isy


Tarikh Ath-Thabari, Imam Ath-Thabari



KUPASTUNTASSEJARAHISLAM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#kupastuntas13

#kupastuntas19

#kupastuntas22