#bersamarasul_12

Canda Rasulullah ﷺ


#bersamarasul_12


Rasulullah ﷺ  adalah seorang pemimpin yang sangat memperhatikan urusan umat dan seluruh pasukannya. Beliau juga sangat perhatian terhadap bawahan serta anggota keluarga. 

Di samping itu beliau juga tetap menjaga amal ibadah serta wahyu yang diturunkan. Dan banyak lagi urusan lain yang beliau perhatikan. Sungguh merupakan amal yang

sangat agung dalam rangka memenuhi tuntutan kehidupan dan membangkitkan motivasi, yang tidak akan mampu dilaksanakan oleh sembarang orang. Namun Rasulullah meletakkan setiap hak pada tempatnya. Beliau tidak akan mengurangi hak orang lain atau 

meletakkan hak tersebut tidak pada tempatnya. Meskipun sangat banyak beban dan pekerjaan, namun beliau tetap 

memberikan tempat bagi anak-anak kecil dihatinya. Beliau sering mengajak mereka bercanda dan bersenda gurau,

mengambil hati mereka dan membuat mereka senang.


Abu Hurairah Radhiallaahu 'anhu menceritakan : "Para 

sahabat bertanya kepada Rasulullah : "Wahai Rasulullah, apakah engkau juga bersenda gurau bersama kami?" Rasulullah menjawab : 

"Tentu, hanya saja aku selalu berkata benar." (HR. Ahmad). 

Anas Radhiallaahu 'anhu menceritakan kepada kita salah satu bentuk canda Rasulullah ﷺ, ia berkata: "Rasulullah ﷺ

pernah memanggilnya dengan sebutan : 

"Wahai pemilik dua telinga!" (maksudnya bergurau dengannya). (HR. Abu Dawud) 


Anas Radhiallaahu 'anhu mengisahkan : "Ummu Sulaim Radhiallaahu 'anha mempunyai seorang putra yang 

bernama Abu 'Umair. Rasulullah sering bercanda dengannya setiap kali beliau datang. Pada suatu hari Rasulullah datang mengunjunginya untuk bercanda, namun tampaknya anak itu sedang sedih. Mereka berkata : "Wahai Rasulullah, burung yang biasa diajaknya bermain sudah mati." Rasulullah lantas bercanda 

dengannya, beliau berkata : "Wahai Abu 'Umair, apakah gerangan yang sedang dikerjakan oleh burung kecil itu?" (HR. Abu Daud) 

Demikian pula dengan para sahabat Radhiallaahu 'anhum, 

salah satu di antaranya adalah yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik Radhiallaahu 'anhu ia berkata : "Ada seorang 

pria dusun bernama Zahir bin Haram. Rasulullah sangat menyukainya. Hanya saja tampangnya jelek. Pada suatu hari, Rasulullah menemuinya sewaktu ia menjual 

barang dagangan. Tiba-tiba Rasulullah memeluknya dari belakang sehingga ia tidak dapat melihat beliau. Ia pun berkata: "Lepaskan aku! Siapakah ini?" Setelah menoleh ia pun mengetahui ternyata yang memeluknya 

adalah Rasulullah. Ia pun tidak menyia-nyiakan 

kesempatan untuk merapatkan punggungnya ke dada 

Rasulullah. Rasulullah lantas berkata :"Siapakah yang sudi membeli hamba sahaya ini?" Ia pun berkata :

"Demi Allah wahai Rasulullah , kalau demikian aku tidak akan laku dijual!" Rasulullah membalas: "Justru engkau di sisi Allah SWT sangat mahal harganya!" (HR. Ahmad)


Sungguh merupakan akhlak yang terpuji dari baginda Nabi yang mulia dan luhur budi pekertinya. Meskipun beliau bersikap luwes terhadap keluarga dan 

kaumnya, namun tetap ada batasannya. Beliau tidaklah melampaui batas bila tertawa, beliau hanya tersenyum. 

Sebagaimana yang dituturkan 'Aisyah Radhiallaahu 'anha : 

"Belum pernah aku melihat Rasulullah tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan anak lidah beliau. Namun beliau hanya tersenyum." (Muttafaq 'alaih) Meskipun beliau selalu bermuka manis dan elok dalam

pergaulan, namun bila peraturan-peraturan Allah dilanggar, wajah beliau akan memerah karena marah. 'Aisyah Radhiallaahu 'anha menuturkan kepada kita: "Pada suatu ketika, Rasulullah baru kembali dari sebuah lawatan. Sebelumnya aku telah menirai pintu rumahku

dengan korden tipis yang bergambar. Ketika melihat gambar itu Rasulullah langsung merobeknya hingga 

berubah rona wajah beliau seraya berkata : "Wahai 'Aisyah, sesungguhnya orang yang paling keras siksanya di sisi Allah pada Hari Kiamat adalah 

orang-orang yang meniru-niru ciptaan Allah." (Muttafaq 'alaih)

_________


Gabung WAG :

https://chat.whatsapp.com/J8mdzEHVwnhF0sOkvUZbWX


Gabung Telegram :

t.me/KupasTuntasSejarahIslam


Sehari di Kediaman Rosul, Syekh 'Abdul Malik Al Qosim


KUPASTUNTASSEJARAHISLAM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

#kupastuntas13

#kupastuntas19

#kupastuntas22